Cari Blog Ini

Memuat...
Loading...

Jumat, 18 Juni 2010

PENGEMBANGAN DAN MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN CALON GURU PAI PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH STAIN/IAIN/UIN Oleh: MU

A. Pendahuluan
Pendidikan Berbasis Kompetensi
Pembaharuan pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti. Pendidikan dan pembelajaran berbasis kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kulitas pendidikan dan pembelajaran. Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah "pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur". Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global, karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena. itu, penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global. Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasiskan kompetensi.
Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum, pembelajaran, dan penilaian, menekankan pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada mahasiswa melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran yang mencakup pemilihan materi, strategi, media, penilaian, dan sumber atau bahan pembelajaran. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai mahasiswa dapat dilihat pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan standar prosedur tertentu.
Pengembangan Kurikulum
Kurikulum dapat. dimaknai sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Makna kurikulum adalah pengalaman belajar. Pengalaman belajar di sini dimaksudkan adalah pengalaman belajar yang dialami oleh peserta didik seperti yang direncanakan dalam dokumen tertuhs. Pengalaman belajar peserta didik tersebut adalah konsekuensi langsung dari dokumen tertulis yang dikembangkan oleh dosen/instruktur/pendidik. Dokumen tertulis yang dikembangkan dosen ini dinamakan Rencana Perkuliahan/Satuan Pembelajaran. Pengalaman belajar ini memberikan dampak langsung terhadap hasil belajar mahasiswa. Oleh karena itu jika pengalaman belajar ini tidak sesuai dengan rencana tertulis maka hasil belajar yang diperoleh peserta didik tidak dapat dikatakan sebagai hasil dari kurikulum.
Ada enam dimensi pengembangan kurikulum untuk pendidikan tinggi yaitu pengembangan ide dasar untuk kurikulum, pengembangan program, rencana perkuliahan/satuan pembelajaran, pengalaman belajar, penilaian dan hasil. Keenam dimensi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu Perencanaan Kurikulum, Implementasi Kurikulum, dan Evaluasi Kurikulum. Perencanaan Kurikulum berkenaan dengan pengernbangan Pokok Pikiran/Ide kurikulum dimana wewenang menentukan ada pada pengambil kebijakan urtuk suatu lembaga pendidikan. Sedangkan Implementasi kurikulum berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum di lapangan (lembaga pendidikan/kelas) dimana yang menjadi pengembang dan penentu adaIah dosen/tenaga kependidikan. Evaluasi KurikuIum merupakan kategori ketiga dimana kurikulum dinilai apakah kurikulum memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang sudah dirancang ataukah ada masalah lain baik berkenaan dengan salah satu dimensi ataukah keseluruhannya. Dalam konteks ini evaluasi kurikulum dilakukan oleh tim di luar tim pengembang kurikulum dan dilaksanakan setelah kurikulum dianggap cukup waktu untuk menunjukkan kinerja dan prestasinya.

B. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Tinggi
1. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan Sk Mendiknas 232
Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Vomor 232/U/2000 Mail menetapkan Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Dalam Surat Keputusan tersebut dikemukakan struktur kurikulum berdasarkan tujuan belajar (1) Learning to know, (2) learning to do, (3) learning to live together, dan (4) learning to be. (Depdiknas, 2000. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 010/0/2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta:Depdiknas).
Berdasarkan pemikiran tentang tujuan belajar tersebut maka mata kuliah dalam kurikulum perguruan tinggi dibagi atas 5 kelompok yaitu: (1) Mata. kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) (2) Mata Kuliah Keilmuan Dan Ketrampilan (MKK) (3) Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) (4) Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan (5) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).
Keputusan Mendiknas yang dituangkan dalam SK nomor 232 tahun 2000 di atas jelas menunjukkan arah kurikulum berbasis kompetensi walau. pun secara. eksplisit tidak dinyatakan demikian.
2. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan SK Mendiknas No.045/U/2002
Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi mengemukakan "Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu".
Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan, terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan pendekatan, kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. Artinya, pada waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran kurikulum berbasis kompetensi maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi, kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan, serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan. Harus diingat bahwa kompetensi bersifat terus berkembang sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau dunia profesi maupun dunia ilmu.
SK Mendiknas nomor 045 tahun 2002 ini memperkuat perlunya pendekatan KBK dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Bahkan dalam SK Mendiknas 045 pasal 2 ayat (2) dikatakan bahwa kelima kelompok mata kuliah yang dikemukakan dalam SK nomor 232 adalah merupakan elemen-elemen kompetensi.
Selanjutnya, keputusan tersebut menetapkan pula arah pengembangan program yang dinamakan dengan kurikulum inti dan kurikulum institusional. Jika diartikan melalui keputusan nornor 045 maka kurikulum inti berisikan kompetensi utama sedangkan kurikulum institusional berisikan kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya.
Berdasarkan SK Mendiknas nomor 045, Kurikulum Inti yang merupakan penciri kompetensi utama, bersifat:
a. dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;
b. acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi;
c. berlaku secara. nasional dan internasional;
d. lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang;
e. kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, masyarakat profesi, dan pengguna lulusan.
Sedangkan Kurikulurn institusional berisikan kompetensi pendukung serta kompetensi lain yang bersifat khusus dan bergayut dengan kompetensi utama.
3. Implementasi Kurikulum
Dalam rangka implementasi KBK di perguruan Tinggi, maka hendaknya kita memperlakukan kelima kelompok mata kuliah tersebut sebagai kelompok kompetensi (Mulyasa, 2003). Dengan demikian maka setiap mata kuliah harus menjabarkan, kompetensi yang dikembangkan mata kuliah tersebut sehingga setiap mata kuliah memiliki matriks kompetensi. Setelah itu dapat dikembangkan matriks yang menggambarkan sumbangan setiap mata kuliah terhadap kelima, kategori kompetensi.
4. Penilaian dan Strategi
Dengan kurikulum berbasis kompetensi maka sistem penilaian hasil belajar haruslah berubah. Ciri utama perubahan penilaiannya adalah terletak pada pelaksanaan penilaian yang berkelanjutan serta komprehensif, yang mencakup aspek-aspek berikut:
a. Penilaian hasil belajar;
b. Penilaian proses belajar mengajar;
c. Penilaian kompetensi mengajar dosen;
d. Penilaian relevansi kurikulum;
e. Penilaian daya dukung sarana. dan fasilitas;
f. Penilaian program (akreditasi) (Mulyasa, 2003).
Sementara itu strategi yang dapat digunakan dalam penilaian Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah:
a. Mengartikulasikan standar dan desain penilaian di lingkungan pendidikan pendidikan tinggi.
b. Mengembangkan kemampuan dosen untuk melakukan dan memanfaatkan proses pernbelajaran.
c. Mengembangkan kemampuan subyek didik untuk memanfaatkan hasil penilaian dalam meningkatkan efektifitas belajar mereka.
d. Memantau dan menilai dampak jangka panjang terhadap proses dan hasil belajar (Yamin, 2005).
Perubahan yang mendasar juga terjadi pada kriteria lulus dan tidak lulus (menguasai kompetensi atau tidak). Dalam konteks ini tidak setiap kompetensi memiliki rentangan 0 - 4 atau E, D, C. B, dan A, melainkan pendekatan penilaian yang bersifat mastery (Mastery-based Evaluation) untuk menggantikan pendekatan skala yang digunakan pada saat ini.

5. Komponen Yang Terlibat Serta Peranannya
Untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dengan baik, maka sejumlah komponen perlu terlibat secara inten dan memberikan perannya masing-masing sesuai dengan kapasitasnya, antara lain:
a. Visi dan Misi kelembagaan dan kepemimpinan yang berorientasi kualitas dan akuntabilitas serta peka terhadap dinamika pasar.
b. Partisipasi seluruh sivitas akademika (dosen, naahasiswa) dalam bentuk "shared vision" dan "mutual commitment" untuk optimalisasi kegiatan pembelajaran.
c. Iklim dan kultur akademik yang kondusif untuk proses pengembangan yang berkesinambungan.
d. Keterlibatan kelompok masyarakat pemrakarsa (stakeholders) serta. masyarakat pengguna lulusan itu sendiri (Yamin, 2005).

C. Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi PAI Fakultas Tarbiyah untuk Calon Guru PAI Sekolah Tingkat Dasar dan Menengah
1. Profesi Kelulusan
Program studi Pendidikan Agama Islam adalah sebuah program studi yang ditawarkan oleh Fakultas Tarbiyah dari Perguruan Tinggi Islam kepada mahasiswa yang hendak menjadi calon guru PAI. Program ini dilaksanakan untuk menghasilkan lulusan calon guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tingkat dasar dan menengah (Panduan KBK UIN SGD, 2004).
2. Kompetensi Lulusan
a. Profesi Utama
Kompetensi profesi utama pendidikan calon guru PAI di Fakultas Tarbiyah diarahkan kepada usaha mempersiapkan mahasiswa menjadi calon guru PAI di sekolah tingkat dasar dan/atau menengah dengan tuntutan kompetensi yang harus dimilikinya sebagai digambarkan berikut:
No Kompetensi Kompetensi Pengetahuan Kompetrensi
Sikap Kompetensi
Keterampilan
01 Mampu menguasai berbagai pendekatan, metode dan teknik pembelajaran pada PAI (yang tidak hanya mencakup aspek kognitif) Menguasai berbagai pendekatan, metode dan teknik pembelajaran pada PAI (dalam aspek kognitif) Mempunyai sikap ilmiah dalam mendesain pembelajaran Mampu mendesain program pembelajaran PAI dengan menggunakan pendekatan, metode dan teknik mutakhir
Mampu menjelaskan berbagai pendekatan, metode, dan teknik dalam pembelajaran agama Islam
02 Mampu menjelaskan pola-pola program pembelajaran (lesson plan) PAI Menguasai prosedur penyusunan desain program pembelajaran (lesson plan) pada PAI Mempunyai sikap tanggung jawab profesi sebagai guru PAI Terampil dalam mengaplikasikan program pembelajaran
Mampu memehami langkah-langkah mendesain program pembelajaran dan penerapannya pada PAI
03 Mampu mengidentifikasi jenis, bentuk, tujuan dan pelaksanaan evaluasi Menguasai cara efektif dan efisien mengevaluasi program pembelajaran PAI Mempunyai sikap inovatif dalam mengembangkan kemampuan mengevaluasi program pembelajaran Terampil dalam mengaplikasikan tatacara evaluasi pembelajaran
Mampu memahami langkah-langkah mengevaluasi program pembelajaran PAI
04 Menguasai kurikulum PAI (Tingkat dasart, menengah dan atas) Mampu memahami landasan dan komponen kurikulum PAI Memiliki sikap inovatif dalam mengembangkan kurikulum PAI dan aplikasinya dalam proses pembelajaran Terampil dalam menjalankan tugas kegiatan atau pengalaman belajar dalam mengaplikasikan kurikulum PAI
05 Menguasai pendekatan, metode dalam memahami al-Qur;an, Sunnah dan Fiqh serta ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya Memahami al-Qur’an, Sunnah dan Fiqih dan ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya Mempunyai sikap toleran dalam menjalankan agama Mengaplikasikan nilai-nilai al-Qur’an, Sunnah dan ilmu-ilmu keIslaman lainnya

b. Profesi Tambahan
No Kompetensi Kompetensi Pengetahuan Kompetensi Sikap Kompetensi Keterampilan
01 Menguasai berbagai teknik administrasi pendidikan dan yang berhubungan dengan supervisi pendidikan Memahami manajemen dan administrasi pendidikan Mempunyai sikap inovatif dalam hal manajerial pendidikan Mampu mengaplikasikan teori-teori administrasi pendidikan untuk mendukung kinerja guru
02 Menguasai teknik mengoperasikan computer dalam mendukung kinerja guru Memahami teknik-teknik dalam mengoperasikan computer Mempunyai sikap terbuka pada dunia teknologi dan informatika Mampu mengaplikasikan computer untuk mendudkung kinerja guru PAI
Menguasai jasa kewirausahaan dalam bidang pendidikan Mampu memahami teori-teori di bidang jasa kewirausahaan dalam dunia pendidikan mempunyai sikap mandiri dalam menyambut peluang di bidang jasa kewirausahaan bidnang pendidikan Mempunyai keterampilan dalam mengfelola jasa kewirausahaan bidang pendidikan
3. Kompetensi yang Dibelajarkan dalam Prodi PAI
a. Komponen Dasar
No Kompetensi Kompetensi Pengetahuan Kompetensi Sikap Kompetensi Keterampilan
01 Memiliki kemampuan akademik dan professional dalam bidang ilmu agama Islam serta mampu menerapkannya di masyarakat Mempunyai kemampuan tentang ilmu pendidikan dan metodologinya serta yang berkait dengannya, serta pengetahuan tentang ilmu-ilmu agama Islam Memiliki sikap terbuka, inovatif dalam mengembangkan teori-teori kepndidikan dan yang berhubungan dengannya serta sikap toleran dalam menjalankan agama Dapat mengaplikasikan teori-teori kependidikan serta dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu agama Islam
03 Memiliki wawasan kebangsaan serta memahami dinamika social, cultural dalam hidup bernegara dan bermasyarakat Memiliki kemampuan dalam menguasai teori-teori dinamika social dan norma-norma yang ada di masyarakat Memiliki sikap toleransi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat Dapat menjalankan kehidupan sessuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat

b. Profesi Utama
No Kompetensi Kompetensi Pengetahuan Kompetensi Sikap Kompetensi Keterampilan
01 Memiliki kemampuan akademik dalam bidang keguruan dan Pendidikan Agama Islam Menguyasai wawasan pendidikan secara komprehensif Mempunyai sikap demokratis,toleran, inovatif, kreatif dalam memahami wawasan kependidikan secara komprehensif Dapat mengaplikasikan teori-teori keguruan dan pendidikan serta menjalankan nilai-nilai agama Islam

c. Profesi Tambahan
No Kompetensi Kompetensi Pengetahuan Kompetensi Sikap Kompetrensi Keteramapilan
01 Memiliki kemampuan akademik dalam supervise pendidikan Menguasai teori-teori administrasi dan manajemen pendidikan Memiliki sikap responsive, inovatif dan kreatif dalam manajerial pendidikan Dapat menjalankan tugas-tugas supervise pendidikan

4. Indikator dan Standar Penguasaan Kompetensi
a. Kompetensi Dasar
No Kompetensi Indicator









01








Pengetahuan Mampu menjelaskan masalah-masalah actual dalam bidang pendidikan
Mampu menjelaskan objek, ruang lingkup, dan manfaat ilmu pendidikan dengan benar
Menjelaskan system pendidikan
Mengidentifikasi strategi mengajar PAI dengan tepat
Menjelaskan berbagai metode pembelajaran PAI
Mengidentifikasi sumber, media pembelajaran PAI
Menjelaskan dan memahami kurikulum agama Islam
Menjelaskan nilai-nilai Islami
Menjelaskan materi agama Islam
Menjelaskan metodologi agama Islam



02


Sikap Mampu menunjukkan kesetiaan terhadap profesi guru PAI
Mampu menerima gagasan gagasan baru dalam inovasi pendidikan
Mampu menerima teknik, strategi, media, teori-teori yang berkembang dalam dunia pendidikan
Menerima nilai-nilai Islami
Toleransi dan demokratis dalam menjalankan nilai-nilai Islami





03




Keterampilan Mampu menyusun rencana pengajaran PAI
Mampu melakukan kegiatan pembelajaran dan pendidikan agama Islam
Mampu menggunakan berbagai teknik, metode, strategi, teori-teori pembelajaran agama Islam
Mampu mengaplikasikan materi agama Islam
Mampu menunjukkan tindakan sesuai dengan nilai-nilai Islami


04

Kompetensi sebagai Perpaduan komponen Mampu menjelaskan, menguasai dan memahami perangkat ilmu yang mendukung dalam profesi keguruan PAI serta dapat menerima gagasan-gagasan baru dalam perkembangan pendidikan, serta dapat mengaplikasikan nilai-nilai Islami

b. Profesi Utama
No Kompetensi Indicator



01


Pengetahuan Mampu memecahkan dan menguraikan wawasan pendidikan, teori-teori pembelajaran agama Islam
Menjelaskan substansi ilmu-ilmu keIslaman
Mampu menjelaskan metodologi pembelajaran agama Islam




02



Sikap Memberikan kebebasan berpendapat, menghargai pendapat orang lain, dan tidak memaksakan kehendak
Tanggap terhadap perkembangan pembelajaran pendidikan agama Islam
Teladan, disiplin, dan menunuukkan etos kerja dalam profesi keguruan PAI
03 Keterampilan Merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran PAI
Melaksnakan nilai-nilai Islami secara komprehensif
04 Kompetensi sebagai Perpaduan Komponen Mampu menjelaskan teori-teori kependidikan, ilmu-ilmu keIslaman serta dapat menerima perkembangan pendidikan dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai Islami secara komprehensif

5. Pendekatan/Strategi Pembelajaran Kompetensi
No Kompetensi Strategi





01




Pengetahuan • Pengetahuan tentang ilmu pendidikan
• Pengetahuan tentang system dan evaluasi pembelajaran
• Pengetahuan tentang strategi dan metodologi pembelajaran PAI
• Pengetahuan tentang sumber dan media pembelajaran PAI
• Pengetahuan tentang kurikulum Pendidikan Agama Islam
• Pengetahuan tentang pengelolaan administrasi pendidikan
• Pengetahuan tentang metodologi Pendidikan Agama Islam
• Pengetahuan tentang materi Pendidikan Agama Islam



02


Sikap • Mempunyai sikap tanggung jawab profesi keguruan PAI
• Mempunyai sikap inovatif dalam mengembangkan profesinya
• Mempunyai sikap bijak dalam menjalankan profesi guru agama Islam
• Mempunyai sikap menerima nilai-nilai Islami
• Mempunyai sikap toleransi terhadap berbagai pemikiran nilai-nilai Islami

03
Keterampilan • Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PAI
• Mnggunakan metodologi yang tepat dalam memahami materi agama Islam
• Keterampilan bekerjasama dalam mengembangkan profesi keguruan


6. Mata Kuliah yang Digunakan untuk Membelajarkan Kompetensi
a. Kompetensi Dasar
No Mata Kuliah Kompetensi yang Dibelajarkan SKS
01 Ulumul Qur’an Mampu memahami berbagai kaidah dalam memahami al-Qur’an 2
02 Ulumul Hadits Mampu memahami berbagai kaidah dalam memahami al-Hadits 2
03 Fiqh/Usul Fiqh Mampu memahami teori teori fiqh dan metodologinya 2
04 Ilmu Kalam Mampu memahami perkemabangan pemikiran Islam 2
05 Ilmu Akhlak/Tasawuf Mampu memahami perilaku Islami 2
06 Filsafat Islam Mampu memahami latar belakang, perkembangan dan perubahan pemikiran Islam 2
07 Sej. Peradaban Islam Mampu memahami sejarah peradaban Islam 2
08 Ilmu Alamiyah Dasar Mampu memahami teori-teori ilmu alamiyah dasar 2
09 PPKn Mampu memhami dasar, wawasan, dan pranata dalam hidup bernegara 2
10 Bahasa Indonesia Mampu memahami kaidah-kaidah berbahasa Indonesia dan aplikasinya 2
11 Bahasa Inggris Mampu memahami kaidah-kaidah tentang bahasa Inggris dan aplikasinya 6
12 Bahasa Arab Mampu memahami kaidah-kaidah bahasa arab dan aplikasinya 6
Jumlah SKS 32

b. Profesi Utama
No Mata Kuliah Kompetensi yang Dibelajarkan SKS
01 Bahasa Inggris Mampu memahami kaidah-kaidah bahasa Inggris dan aplikasinya 6
02 Bahasa Arab Mampu memahami kaidah-kaidah bahasa Arab dan aplikasinya 6
03 Filsafat Umum Mampu memahami pemikiran filsafat dan berbagai tokoh
04 Metodologi Penelitian Mampu memahami ruang lingkup, pendekatan, fungsi, sifat-sifat penelitian ilmiah 3
05 Fiqih I, II, III Mampu memahami materi fiqh dan toleran dalam mengaplikasikannya 6
06 Hadits I, II, III Mampu memahami materi hadits sebagai sumber hokum setelah al-Qur’an 6
07 Tafsir I, II, III Mampu memahami pemikiran mufassir dalam menjelaskan al-Qur’an 6
08 Filsafat Ilmu Mampu memahami berpikir logis, sistematis, teliti dan cermat 3
09 Ilmu Pendidikan I,II Mampu memahami teori-teori ilmu pendidikan dalam PBM 4
10 Psiko. Umum&Perkem. Mampu memahami aliran psikologi, teori perkembangan peserta didik 3
11 Pengemb. Kurikulum Mampu memahami perkembangan dan pemikiran kurikulum 3
12 Perenc. Pengajaran Mampu memahami perencanaan dalam pembelajaran 3
13 Statistic Pendidikan Mampu memahami teknik-teknik penelitian pendidikan 3
14 SBM (Stra.Bel.Meng) Mampu memahami dn mengaplikasikan strategi belajart mengajar 3
15 Administr. Pendidikan Mampu memahami teori-teori administrasi pendidikan 3
16 Psikologi Pendidikan Mampu memahami teori-teori psikologi pendidikan dan mengaplikasikannya 3
17 Bimbingan Konseling Mampu memahami teori-teori bimbingan dan aplikasinya 3
18 Media Pengajaran Mampu memahami media-media pembelajaran dan aplikasinya 3
19 Ilmu Pend. Islam Mampu memahami dasar-dasar, ruang lingkup, teori-teori ilmu pendidikan Islam 3
20 MKPAI I, II Mampu memahami metode-metode pembelajaran agama Islam dan apliaksinya 3
21 Telaah Kurikulum SLTP/SMA Mampu memahami landasan dan komponen kurikulum SLTP/SMA 2
22 Peng. Evaluasi PAI Mampu memahami jenis, bentuk, tujuan, dan pelaksanaan evaluasi PAI 3
23 Kapita Selekta Pendidikan Mampu memahami teori-teori dan problem pendidikan 3
24 Filsafat Pendidikan Islam Mampu memahami pemikiran filsafat pend. Islam dan perkembangan tokoh pendidikan Islam 2
25 Micro Teaching Mampu memahami program pembelajaran dan aplikasinya 2
26 PPL Mampu memahami prosedur dan desain pembelajaran PAI dan aplikasinya 8
27 KKN Mampu memahami nilai kehidupan masyarakat dan aplikasinya 2
28 Skripsi Mampu memahami penelitian pendidikan dengan analisis data yang tepat 6
29 Komprehensif Mampu memahami teori kependidikan, metodologi dan materi PAI 2
Jumlah SKS 107

c. Profesi Tambahan
No Mata Kuliah Kompetensi yang Dibelajarkan SKS
01 Computer Mampu memahami teori-teori computer dan aplikasinya 4
02 Psikologi Agama Mampu memahami teori-teori Psikologi Agama 2
03 Jasa Kewirausahaan Mampu memahami kewirausahaan di bidang pendidikan 2
04 Masailul Fiqh Mampu memahami perkembangan pemikiran fiqih modern 2
05 Qiro’atul Kutub Mampu memahami teori qiraatul kutub dan aplikasinya 3
06 Praktik Ibadah Mampu mempraktekkan ibadah dengan benar sesuai tuntutan syariah 0
07 Praktik Tilawah Mampu mempraktikkan baxcaan-bacaan al-Qur’an dengan tepat dan benar 0
08 Bimbingan Skripsi Mampu memahami tatacara penelitian skripsi 0
Jumlah SKS 13

7. Urutan Penawaran Mata Kuliah
a. Kompetensi Dasar
No Semester Mata Kuliah SKS Ket.
01 I Ulumul Qur’an 2
02 I Ulumul Hadits 2
03 I Ilmu Fiqh/Ushul Fiqh 2
04 I Ilmu Kalam 2
05 III Ilmu Akhlak/Tasawuf 2
06 V Filosof Islam 2
07 II Sejarah Peradaban Islam 2
08 I Ilmu Alamiah Dasar 2
09 I PPKn 2
10 I Bahasa Indonesia 2
11 I, II Bahasa Inggris 6
12 I, II Bahasa Arab 6
Jumlah SKS 32

b. Profesi Utama
No Semester Mata Kuliah SKS Ket.
01 III dan IV Bahasa Inggris 6
02 III dan IV Bahasa Arab 6
03 II Filsafat Umum 3
04 VI Metodologi Penelitian 3
05 II, III, dan V Fiqh 6
06 II, III, dan V Hadits 6
07 II, III, dan V Tafsir 6
08 V Filsafat Ilmu 3
09 II dan III Ilmu Pendidikan I dan II 4
10 II Psiko. Umum&Perkembangan 3
11 VI Pengembangan Kurikulum 3
12 III Perencanaan Sistem Pengajaran 3
13 III Statistika Pendidikan 3
14 V Strategi Belajar Mengajar 3
15 VI Administrasi Pendidikan 3
16 III Psikologi Pendidikan 3
17 V Bimbingan Konseling 3
18 V Media Pengajaran 3
19 V Ilmu Pendidikan Islam 3
20 II dan III MKPAI I dan II 3
21 V Telaah Kurikulum SLTP/A 3
22 III Peng. Sis. Evaluasi PAI 3
23 VI Kapita Selekta Pendidikan 3
24 IV Filsafat Pendidikan Islam 2
25 IV Micro Teaching 2
26 VI dan VII PPL 8
27 VIII KKN 2
28 VIII Skripsi 6
29 VIII Komprehensif 2
Jumlah SKS 107

c. Profesi Tambahan
No Semester Mata Kuliah SKS Ket.
01 I Komputer 4
02 III Psikologi Agama 2
03 VI Jasa Kewirausahaan 2
04 VI Masailul Fiqhiyah 2
05 V Qiraatul Kutub 3
06 I Praktik Ibadah 0
07 II Praktik Tilawah 0
08 VII Bimbingan Skripsi 0
Jumlah SKS 13

D. Kesimpulan
Pengembangan kurikulum pendidikan tenaga kependidikan calon guru PAI pada program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah harus lebih memperhatikan masalah relevansi internal dan eksternalnya. Relevansi internal dimaksud adalah bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara unsure-unsur atau komponen-komponen kurikulum, yakni tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Sedangkan relevansi eksternal berarti bahwa kurikulum dikembangkan dengan melihat aspek-aspek yang berada di luar seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, kondisi sosiologis/lingkungan manusiawi, perkembangan isu-isu actual dan global, dan sebagainya.
Relevansi internal menuntut dosen untuk berpikir secara jernih bagaimana seharusnya kurikulum itu dapat dijalankan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara komponen-komponen internal kurikulum. Kompetensi dikembangkan dengan merujuk kepada empat aspek tujuan pembelajaran sebagaimana yang disampaikan UNESCO sebagai sebuah organisasi pendidikan dunia, yakni “learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Untuk tujuan pertama, kurikulum dan pembelajaran didorong untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan kognitif yang bersifat akademis. Untuk tujuan kedua, kurikulum dan pembelajaran diarahkan kepada pembentukan lulusan yang memiliki kemampuan melakukan apa yang diketahui. Tujuan ketiga, mendorong lulusan untuk mampu hidup dalam bermasyarakat dan bernegara bersama-sama dengan masyarakat dan bangsa lain. Dan tujuan keempat, mendorong lulusn untuk menjadi manusia yang memiliki integritas dan kualitas kemanusiaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, 2000. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 010/0/2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta:Depdiknas.
Klein, M.F. 1989. Curriculum Reform in The Elementary School, New York & London: Teacher College Press.
Mulyasa, E. 1999. Pedoman Pemahaman dan Penerapan Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah Dasar, Bandung : Geger Sunten
Mulyasa, E, 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung : Remaja Rosda Karya.
Nasution, A. 1987. Pengemabangan Kurikulum, Bandung : Alumni.
Sukmadinata, 2000. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kemampuan Standar. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Tilaar, HAR, 1994, Manajemen Pendidikan Nasional, Kajian Pendidikan Masa Depan, Bandung : Remaja Rosda Karya.
Karli, Hilda dan Margaretha Sri Yuliariatiningsih. 2002. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi , Jilid 1 dan 2. Bina Media Informasi.
Lomhstreet, Wilma S., Shane, Harold G., 1993. Curriculum for New Millenium. Boston: Allyn & Bacon.
Mulyasa, E. 2004. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oliva, Peter F., 1988. Developing Curriculum, A Guide to Problems, Principles and Process. New York: Harper & Publisher.
Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas. 2002. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta.
Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Prenada Media.
Sudjana S., H.D. 2001. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Falah Production.
UNESCO. 1972. Learning to be: The World of Education Today and Tomorrow. Unesco and Harrap.
Yamin, H. Martinis. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Yamin, H. Martinis. 2006. Profesionalisme Guru & Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Bernstein, The Encyclopedia of Philosophy
Hadiwijono, H, Dr, Sari Sejarah Filsafat 2, Kanisius, Yogyakarta, 1980.
D. Budiarto, Metode Instrumentalisme – Eksperimentalisme John Dewey, dalam skripsi, Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta, 1982
A. Sonny Keraf, Pragmatisme menurut William James, Kanisius, Yogyakarta, 1987
R.C. Salomon dan K.M. Higgins, Sejarah Filsafat, Bentang Budaya, yogyakarta, 2003 Twenticth-century thinkers: Studies in the work of Seventeen Modern philosopher, edited by with an introduction byJohn K ryan, alba House, State Island, N.Y, 1964
http://stishidayatullah.ac.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=58
http://macharos.page.tl/PRAGMATISME-PENDIDIKAN.htm?PHPSESSID=2dd7c59e3cdc81d1331b5ced914a3901
http://www.blogger.com/feeds/7040692424359669162/posts/default/5681105702265120331
http://www.geocities.com/HotSprings/6774/j-13.html
www.kuleuven.ac.be/ppi.leuven/pertemuanarenberg/Umum.PDF www.kompas.com/kompas-cetak/0311/03/Didaktika/659708.htm
id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Berbasis_Kompetensi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar